Minyak Sawit vs Minyak Kelapa

Minyak Sawit vs Minyak Kelapa

Penggunaan minyak di Indonesia sulit dipisahkan berasal dari kehidupan sehari-hari. Seperti menggoreng lauk, dressing salad, memasak nasi box, sampai untuk perawatan tubuh. Misalnya untuk rambut dan kulit. Produksi minyak pun tetap meningkat berasal dari tahun ketahun. Indonesia adalah tidak benar satu penyuplai terbesarnya.
Apa Perbedaan Minyak Kelapa Sawit & Minyak Kelapa?
Minyak kelapa sawit merupakan minyak nabati yang berasal berasal dari pohon kelapa sawit. Sementara minyak kelapa adalah dibikin berasal dari kelapa fresh yang diambil minyaknya (kernel).

Untuk mengerti perbedaan keduanya, seorang ahli yang laksanakan konsultasi gizi akan menyaksikan dulu nilai gizinya.

Perbandingan nilai gizi di dalam satu sendok makan (14 gram) minyak kelapa sawit dan minyak kelapa kami jabarkan di tabel berikut: karuniatinggiindonesia.com

Tabel Fakta Komposisi Kandungan Minyak Sawit vs Minyak Kelapa
Minyak Kelapa Sawit Minyak Kelapa
Kalori 114 120
Lemak 14 gram 14 gram
Lemak jenuh 7 gram 12 gram
Lemak Tak bosan tunggal 5 gram 0,84 gram
Lemak Tak Jenuh Ganda 1,5 gram 0,252 gram
Vitamin E 11% berasal dari RDI
Semua kalori minyak sawit berasal berasal dari lemak. Kandungan asam lemak bosan dan tak bosan terhadap minyak kelapa sawit punyai pembagian yang seimbang.

Minyak kelapa sawit didominasi asam lemak tak bosan 60,3% bersama dengan pembagian tertinggi asam oleat 39,8% sedangkan asam linoleat dan asam linolenat tiap-tiap 10,2% dan 0,3%.3

Selain itu, minyak kelapa sawit terhitung mengandung vitamin E dan Vitamin A yang lebih tinggi dibanding minyak lain, tak sekedar itu terhitung mengandung asam lemak esensial (oleat, linoleiat, linolenat) yang berperan penting sebagai antioksidan dan menghindar beragam penyakit degeneratif terhadap manusia.

Sebaliknya, minyak kelapa pembagian lemak bosan lebih mendominasi ketimbang lemak tidak jenuh. Nilai gizi minyak kelapa mengandung asam lemak bosan sebanyak 91,60% dan sisanya asam lemak tak bosan cuma 9,40%.1

coconut oil palm minyak perbedaan
Jadi Lebih Sehat Mana Minyak Sawit atau Minyak Kelapa?
Dari takaran gizi tersebut, sanggup dilihat perbedaan keduanya adalah pembagian kuantitas lemak bosan dan tidak jenuhnya.

Pada minyak kelapa lebih banyak mengandung lemak bosan (lemak tanpa ikatan rangkap). Jadi minyak kelapa lebih stabil saat berada di suhu tinggi dan tidak enteng teroksidasi dibanding minyak kelapa sawit.

Sebagai hasilnya, minyak kelapa tidak enteng rusak dan menghitam kala dipakai menggoreng.

Namun, tingginya takaran lemak bosan terhadap minyak kelapa ini jugalah yang sebabkan resiko penumpukan lemak di dalam tubuh jikalau dikonsumsi berlebihan.

Karin Michels, seorang professor di Harvard T.H. Chan School of Public Health menunjukkan suatu hal yang menarik di videonya yang viral sebagian saat lalu.

Minyak kelapa yang sepanjang 3 dekade ini diklaim sebagai minyak yang baik dikonsumsi ternyata minyak kelapa merupakan “pure poison” atau racun murni.

Kandungan lemak bosan di dalam satu sendok makan minyak kelapa amat tinggi. Akibatnya, amat berisiko tingkatkan takaran Low Density Lipoprotein (LDL) atau lebih dikenal sebagai kolesterol jahat di dalam tubuh.

Kolesterol jahat ini lama kelamaan sanggup mengendap di dalam pembuluh darah dan berakibat terkena penyakit kardiovaskular layaknya jantung dan stroke.

Di sisi lain, minyak kelapa sawit terima banyak klaim beresiko bagi kesehatan. Tapi sebenarnya, minyak ini punyai banyak manfaat yang belum ketahui sebagian besar orang.

Minyak kelapa sawit ini tidak mengandung asam lemak trans (trans fat-free). Ini adalah jenis lemak jahat yang punyai efek buruk bagi tubuh.
Minyak sawit mengandung vitamin A dan E yang berperan sebagai antioksidan
Minyak sawit punyai pembagian lemak bosan dan tidak bosan yang seimbang.
Namun, selamanya saja jangan pakai minyak sawit secara berlebihan.

Konsumsi berlebihan sebabkan penumpukan lemak. Efeknya sebabkan obesitas dan penyakit kardiovaskular.

Selain itu, jikalau minyak dipanaskan tetap menerus sampai suhu tinggi dan digunakan secara berulang, maka minyak akan teroksidasi menjadi gliserol dan asam lemak bebas.

Gliserol akan membentuk senyawa akrolein yang berbentuk karsinogenik dan sebabkan iritasi. Itulah mengapa kami sering menjadi sakit tenggorokan sehabis mengkonsumsi minyak jelantah.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *