Makanan Khas Nusantara dengan Filosofi Unik dan Kekinian

Makanan Khas Nusantara dengan Filosofi Unik dan Kekinian

Indonesia sebenarnya kaya akan berbagai macam hal. Kaya akan tempat-tempat wisata yang indah, kaya akan berbagai ragam budaya, serta kulinernya yang lezat. Berbicara berkenaan kuliner Indonesia, makanan-makanan ini tidak hanya merupakan santapan biasa lho. Ternyata tersedia sebagian makanan khas Nusantara yang punyai filosofi menarik di baliknya.

Memiliki wujud yang menarik sampai warna yang diatur, filosofi kuliner khas Indonesia ini akan senantiasa mengingatkan kami pada nilai-nilai kehidupan dikala menikmatinya.

Yuk Moms cek di bawah ini makanan apa saja yang punyai filosofi unik.

Baca Juga: 6 Makanan Indonesia yang Paling Disukai Orang Asing

Makanan Khas Nusantara Indonesia dengan Filosofi Unik
Apa saja makanan-makanan khas nusantara yang punyai filosofi unik di baliknya ya Moms? Yuk kami tengok!

1. Nasi Tumpeng menu kuliner nusantara

Makanan khas Nusantara yang pertama adalah nasi tumpeng.

Nasi tumpeng biasa disediakan di dalam acara-acara tertentu atau acara penting. Nasi tumpeng biasa terbuat dari nasi kuning berbentuk kerucut tinggi dengan berbagai lauk pelengkap di sekelilingnya.

Meskipun waktu ini telah disediakan dengan berbagai macam bentuk, tapi wujud asli dari nasi tumpeng adalah kerucut yang menyerupai gunung.

Masyarakat Jawa melambangkan gunung sebagai tempat yang dekat dengan langit dan surga. Maksudnya adalah memasang Tuhan pada posisi tertinggi yang menguasai alam dan manusia. Semua yang berasal dari Tuhan dan akan ulang pula ke Tuhan.

Bentuk menggunung nasi tumpeng juga dipercaya memiliki kandungan harapan sehingga hidup kami jadi naik dan mendapatkan kesejahteraan yang tinggi.

Nama nasi tumpeng punyai kepanjangan ‘yen metu mesti mempeng’ atau terkecuali terlihat mesti bersemangat. Lauk-pauk yang tersedia di tumpeng berjumlah tujuh di dalam Bahasa Jawa bermakna pitu, arti dari kata pitu adalah pitulungan atau pertolongan.

2. Lontong
Siapa yang tidak mengenal makanan satu ini? Lontong juga punyai filosofi menarik di baliknya lho.

Makanan khas Nusantara ini menurut ajaran Jawa punyai filosofi “olo e dadi kotong” atau di dalam bahasa Indonesianya, kejelekannya telah tidak tersedia atau hilang.

Jadi terkecuali kami memakan lontong, dikehendaki bisa jadi pengingat yang baik sehingga kami senantiasa bertaubat sehingga terampuni semua dosa-dosa.

3. Ketupat
Makanan berbentuk segiempat yang persis dengan bulan Ramadan ini juga punyai filosofi yang menarik. Tahukah Moms mengapa makanan khas Nusantara satu ini hanya disediakan di bulan Ramadan saja?

Idul Fitri persis dengan peristiwa untuk saling memaafkan dan makanan yang paling cocok melukiskan perihal ini adalah kupat.

Makanan berbentuk segiempat yang persis dengan bulan Ramadan ini juga punyai filosofi yang menarik. Tahukah Moms mengapa makanan khas Nusantara satu ini hanya disediakan di bulan Ramadan saja?

Idul Fitri persis dengan peristiwa untuk saling memaafkan dan makanan yang paling cocok melukiskan perihal ini adalah kupat.

“Ngaku lepat” adalah filosofi di balik makanan ini yang bisa diambil kesimpulan mengakui kesalahan. Makanya, ketupat hanya afdol dimakan dikala satu sama lain saling meminta maaf dan mengakui kesalahan.

Dan tersedia empat perihal yang bisa diresapi yakni Lebaran bermakna usai yang mengibaratkan pintu ampunan terbuka lebar, luberan bermakna melimpah yang menyimbolkan ajaran untuk bersedekah, leburan bermakna melebur yang mengajarkan untuk saling memaafkkan, dan laburan bermakna kapur yang melambangkan kesucian lahir dan batin.

Baca Juga: 3 Resep Masakan Indonesia yang Bergizi dan Cepat Dibuat

4. Kolak
Satu ulang makanan khas Nusantara yang seringnya kami temui di bulan Ramadan adalah kolak. Bahkan kolak juga punyai 2 filosofi sekaligus lho.

Kolak umumnya berisikan campuran umbi-umbian pendam yang bahasa Jawanya disebut “polo pendem”. Filosofi ini mengingatkan kami terkecuali pada pada akhirnya tiap tiap manusia akan dipendam atau dikubur.

Filosofi keduanya tersedia pada santan. Bahan satu ini memiliki kandungan arti “sing tidak benar nyuwun ngapunten” yang bermakna adalah siapa pun yang bersalah haruslah meminta maaf. Jadi tak sekedar beramal, jangan lupa maaf juga perihal yang penting.

5. Dawet
Siapa yang tidak mengetahui minuman bersantan yang dicampur dengan gula jawa dan cendol ini? Apalagi terkecuali bukan es dawet.

Minuman segar satu ini, tak sekedar rasanya yang sedap dan lezat, makanan khas Nusantara ini juga punyai filosofi yang unik lho.

Nama cendol sendiri berasal dari jendol yang punyai arti gumpalan. Merepresentasikan sensasi waktu menyantap isian dawet yang bergumpal-gumpal. Sedangkan di minuman dawet ayu, tersedia lambang Semar dan Gareng yang punyai arti harapan sehingga dagangannya laris manis.

Pada pernikahan tradisi Jawa, dawet tak hanya disediakan di atas meja, tapi disediakan sebagai kronologis upacara pernikahan yang dikenal dengan dodol dawet bermakna berjualan dawet.

Mengapa? Karena ternyata wujud cendol yang bulat melambangkan kebulatan tekad orangtua untuk menjodohkan anak.

Para tamu undangan diperkenankan untuk membeli dawet berikut tapi tidak mengfungsikan uang, melainkan mengfungsikan kreweng (koin yang terbuat dari tanah liat). Hal ini berarti bahwa sebenarnya hidup manusia berasal dari bumi.

Ibu calon mempelai wanita melakukan tindakan melayani pembeli, waktu sang ayah menerima pembayaran. Hal ini mengajarkan kepada pasangan yang menikah berkenaan bagaimana mencari nafkah sebagai suami istri , mesti saling membantu satu sama lain.

Ada yang merencanakan menikah dengan tradisi Jawa?

6. Sate Lilit
Makanan khas Nusantara dari Bali ini telah tak asing ditelinga kita, barangkali sebagian besar dari Moms pasti pernah mencicipinya.

Umumnya sate lilit ini terbuat dari ikan tuna yang dicincang dan diberi bumbu serta kelapa muda parut. Disebut sate lilit sebab daging ikan tuna berikut dililitkan pada potongan pipih daun kelapa.

Hidangan ini kerap disediakan pada upacara tradisi di Bali. Ternyata, istilah lilit ini berasal dari kata kilit atau ikat yang melambangkan pemersatu.

Harapannya adalah masyarakat Bali tidak bisa dipecahbelah oleh apapun dan akan konsisten bersatu.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *